DOI, ISBD dan ISSN
DOI,
ISBD dan ISSN
Ø DOI
(Digital Object Identifier)
DOI
adalah sebuah cara untuk memberi identitas (digital) bagi sebuah obyek, yang
dalam hal ini adalah tulisan ilmiah. Sebagai pengidentifikasi, sebuah DOI
bersifat unik (tidak ada duanya) dan persisten (tidak berubah). Begitu dipakai
untuk mengidentifikasi sebuah dokumen, maka ia akan melekat pada dokumen itu,
meski dokumennya diubah, berpindah lokasi, dsb. DOI memiliki format yang
sederhana, berbentuk string karakter yang terbagi menjadi dua bagian: prefix
dan suffix. Keduanya dipisahkan oleh karakter “/”. Bagian prefix menunjukkan
sebuah otoritas (lembaga) yang berwenang meng-assign DOI, dan bagian suffix
menunjukkan identifier yang diberikan untuk suatu obyek dokumen tertentu. Contoh
sebuah DOI: 10.1109/ISPAN.1999.778960. DOI ini mengidentifikasi sebuah makalah
dalam Prosiding I-SPAN 99 seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Sebuah DOI bisa dikaitkan dengan lokasi tempat
dokumen yang ditunjuknya berada. Berbekal sebuah DOI, kita bisa mendapatkan
dokumen tersebut tanpa harus mengetahui secara persis di URL mana dokumen
tersebut disimpan. Sebagai contoh, DOI pada contoh di atas dapat dilekatkan ke
URL yang memberikan layanan resolusi (penemuan lokasi) seperti http://dx.doi.org, sehingga akan
berbentuk: http://dx.doi.org/10.1109/ISPAN.1999.778960. URL
ini akan menunjuk ke lokasi yang sebenarnya tempat dokumen tersebut tersimpan, seperti terlihat pada gambar berikut ini
Dari
halaman web yang ditunjuk oleh DOI di atas bisa dilihat beberapa informasi yang
dapat digunakan untuk melacak eksistensi sebuah paper, juga tentang forum/media
publikasinya. DOI dikeluarkan oleh sebuah organisasi yang berminat mendaftarkan
dokumen-dokumennya ke sistem database DOI. Organisasi, yang dalam terminologi
DOI disebut Registrant, dapat mendaftarkan diri ke International DOI Foundation
yang mengelola sistem DOI ini, dan begitu terdaftar, sebuah Registrant dapat
mengeluarkan DOInya secara independen. Sampai April 2013, sudah lebih dari 85
juta DOI dikeluarkan oleh 9500 organisasi berupa penerbit, penyelenggara
digital library, dan lain-lainnya.
Ø ISBN (International
Standard Book Number)
ISBN adalah kode
pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit,
dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13
digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan
oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda
dengan nomor ISBN untuk buku yang lain. ISBN diberikan oleh Badan Internasional
ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI
merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang
berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi
memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT
(Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan
dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik
judul sebagai kelengkapan penerbit.
Fungsi
ISBN :
1.
Memberikan identitas terhadap satu judul buku
yang diterbitkan oleh penerbit
2. Membantu memperlancar arus distribusi buku
karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku
3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi
pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta,
maupun Badan Internasional yang berkedudukan di Londo
Struktur
ISBN :
Nomor
ISBN terdiri dari 13 digit dan dibubuhi huruf ISBN didepannya. Nomor tersebut
terdiri atas 5 (lima) bagian. Masing-masing bagian dicetak dengan dipisahkan
dengan tanda hyphen (-). Kelompok pembagian nomor ISBN ditentukan dengan
struktur sebagai berikut:
Contoh : ISBN 978-602-8519-93-9
·
Angka
pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978
·
Kode
kelompok (group identifier) = 602 (Default)
·
Kode
penerbit (publisher prefix) = 8519
·
Kode
Judul (title identifier) = 93
·
Angka
pemeriksa (check digit) = 9
|
Terbitan
yang dapat diberikan ISBN
|
Terbitan
yang tidak dapat diberikan ISBN
|
|
1.
Buku
tercetak (monografi) dan pamphlet
|
1.
Terbitan
yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dsb.)
|
|
2.
Terbitan
Braille
|
2.
Iklan
|
|
3.
Buku
peta
|
3.
Printed
music
|
|
4.
Film,
video, dan transparansi yang bersifat edukatif
|
4.
Dokumen
pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik)
|
|
5.
Audiobooks
pada kaset, CD, atau DVD
|
5.
Kartu
ucapan
|
|
6.
Terbitan
elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di
Internet)
|
6.
Rekaman
musik
|
|
7.
Salinan
digital dari cetakan monograf
|
7.
Software
selain untuk edukasi termasuk game
|
|
8.
Terbitan
microform
|
8.
Buletin
elektronik
|
|
9.
Software
edukatif
|
9.
Surat
elektronik
|
|
10. Mixed-media publications yang
mengandung teks
|
10. Permainan
|
Pencantuman
ISBN
ISBN ditulis
dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis dengan
huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal penerbit,
pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian pengenal
dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:
ISBN 978-602-8519-93-9
Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:
a.
Bagian
bawah pada sampul belakang (back cover)
b.
Verso
(dibalik halaman judul) (halaman copyright)
c.
Punggung
buku (spine) untuk buku tebal , bila keadaan memungkinkan
Contoh ISBN :
Ø ISSN (International Standard Serial Number)
ISSN adalah kode yang diterima
secara internasional yang mengidentifikasi judul publikasi serial. Terdiri dari 8 digit agka yang terdiri dari tujuh digit
ditambah digit cek yang memungkinkan komputer mengenali kapan nomor tersebut
salah dikutip. Angka cek mungkin X, jika ISSN
sepenuhnya numeric. Manfaat dari nomor ISSN ini adalah untuk memudahkan
pelaksanaan administrasi seperti pemesanan sebuah majalah yang dapat dilakukan
dengan menyebutkan nomor ISSN-nya. Nomor ISSN ini akan menghilangkan
keragu-raguan karena ternyata banyak juga majalah yang sama atau hampir sama
judul / namanya.
Ketika sistem barcode
dikonfigurasi untuk serial, disadari bahwa ISSN sebagai nomor identifikasi unik
untuk judul dapat digunakan sebagai bagian dari kode batang untuk
mengidentifikasi serial tersebut. Oleh karena itu, ISSN
adalah pengenal judul dalam kode batang.
Barcode
majalah terwakili dalam format EAN dengan kode pengaya 2 digit. Kode batang dibangun dengan cara berikut:
Komentar
Posting Komentar